banner 728x250

Nelayan Gaza: Perluasan zona berlayar “tidaklah cukup”

  • Bagikan

Pada tahun 2013, negara tetangganya- Mesir,- yang kerap menutup persimpangan perbatasannya dengan Gaza, memblokir terowongan yang menghubungkan Gaza dengan al-Arish Mesir. Penutupan ini termasuk untuk arus barang dan bahan bakar, yang sangat dibutuhkan kapal-kapal Gaza untuk berlayar.

Meski perluasan tersebut memungkinkan nelayan untuk menjangkau area penangkapan ikan yang lebih luas, namun sembilan mil masih masih belum cukup untuk melayani sekitar 1.000 kapal Gaza.

Di bawah persetujuan Oslo yang ditandatangani pada 1993, Israel diwajibkan memberi izin penangkapan ikan hingga 20 mil laut, namun hal tersebut tidak pernah terlaksana.

Dalam satu dekade terakhir, kisaran terluas yang diizinkan Israel adalah 12 mil laut, dan terkadang, batas tersebut dikurangi satu mil laut, ungkap Ayash. Selama masa itu pula Israel telah meluncurkan tiga serangan besar di Gaza yang telah merusak banyak infrastruktur kota. Selama serangan ini, penangkapan ikan dilarang sama sekali.

Penangkapan dalam jumlah besar di wilayah yang kecil selama bertahun-tahun telah mengurangi populasi ikan dan menghabiskan jumlah ikan yang dikembangbiakkan.

“Pada tahun 2006, sebelum terjadinya perpecahan politik, kami diizinkan untuk berlayar hingga 20 mil laut, jumlah kapal dan nelayan kurang, dan hasil tangkapan kami lebih banyak dibanding saat ini,” kata Ayash.

“Dulu kami biasa menangkap ikan hingga 4.000 ton, dan cukup untuk memenuhi permintaan pasar. Namun kini, hanya mencapai 1.800 ton, yang terdiri dari ikan besar ikan kecil, dan sangat tidak memenuhi kebutuhan pasar lokal.”

Di Gaza, nelayan dianggap sebagai profesi berbahaya oleh organisasi hak asasi manusia, sebab berbagai gangguan dari Israel kerap mereka temui saat berlayar. Menurut Ayash, jika sebuah kapal berlayar mendekati tanda batas enam mil laut, maka ia akan segera disita dan tidak pernah kembali.

Pusat Hak Asasi Manusia Palestina yang berbasis di Gaza (PCHR) melaporkan bahwa pada 2016, terdapat 126 insiden di mana angkatan laut Israel menembaki kapal nelayan Palestina. Dalam tahun tersebut, 12 nelayan terluka, dan 121 orang ditahan.

PCHR mengatakan bahwa bulan lalu, terjadi 13 kasus penembakan yang dilakukan oleh pasukan Israel, yang melukai satu orang dan menahan dua orang lainnya.

Namun, banyak nelayan Gaza berharap bahwa kesepakatan rekonsiliasi yang baru antara Fatah dan Hamas akan membantu meringankan penderitaan mereka.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *